Bengkulu Daerah Kesehatan Lebong
Beranda » Berita » Cegah Stunting Lewat GENTING, Bupati Lebong Dorong Dunia Usaha Turut Berkolaborasi

Cegah Stunting Lewat GENTING, Bupati Lebong Dorong Dunia Usaha Turut Berkolaborasi

Bupati Lebong H. Azhari, SH.MH
Spread the love

LEBONG EKSPOSE— Pemerintah Kabupaten Lebong terus memperkuat upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting melalui kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah mendorong dunia usaha, swasta, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, dan masyarakat untuk terlibat dalam Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

Hal itu disampaikan Bupati Lebong, Azhari, S.H., M.H., saat membuka Rapat Koordinasi Membangun Sinergitas dan Kolaborasi dalam Program BANGGAKENCANA sebagai upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Lebong, Senin (10/8/2026).

Azhari mengatakan, penanganan stunting tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan dunia usaha melalui program GENTING dinilai penting agar intervensi dapat diberikan secara langsung kepada keluarga yang membutuhkan.

“Penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami mengajak dunia usaha untuk ikut berkolaborasi melalui program GENTING sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh keluarga yang membutuhkan,” ujar Azhari.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam rapat koordinasi tersebut, prevalensi stunting di Kabupaten Lebong pada 2026 masih berada di angka 22,7 persen. Menurut Azhari, angka tersebut menjadi pengingat bahwa upaya penanganan stunting masih membutuhkan kerja bersama dan berkelanjutan.

Kepala Dinas DP3APPKB Lebong Benarkan Ada Siswi Magang Diduga Dilecehkan Oknum Pejabat

“Seluruh elemen masyarakat agar bergandeng tangan untuk mengatasi persoalan kependudukan, baik pemerintah, swasta, dunia usaha yang bergerak di Kabupaten Lebong untuk menjadi OTA (Orang Tua Asuh),” pintanya.

Ia menjelaskan, dukungan dunia usaha dapat diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga berisiko stunting, terutama ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Bentuk dukungan tidak hanya berupa bantuan pangan bergizi, tetapi juga edukasi, pemberdayaan keluarga, serta peningkatan kualitas lingkungan.

Azhari menegaskan, pembangunan yang berkualitas membutuhkan sinergi tanpa ego sektoral. Pemerintah daerah, kata dia, harus menyatukan visi dan misi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan Kabupaten Lebong bebas stunting.

“Anak-anak hari ini adalah pemimpin di masa depan. Merekalah yang kelak akan membangun daerah ini. Maka tugas hari ini adalah memastikan mereka tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas,” katanya.

“Satu keluarga yang kita dampingi hari ini, akan menjadi satu generasi hebat di masa depan. Bersama BANGGAKENCANA, bersama GENTING, kita wujudkan Lebong bebas stunting,” tegas Azhari.

12 Anggota DPRD Lebong Dapil I Jaring Aspirasi Masyarakat di Pinang Belapis

Sementara itu, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., menyampaikan bahwa pencegahan stunting harus dimulai dari keluarga.

Menurut Zamhir, upaya tersebut antara lain dilakukan melalui pembinaan remaja dan calon pengantin, pemeriksaan kesehatan, pengukuran lingkar lengan, serta penguatan pengasuhan pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).

Ia memaparkan, Kabupaten Lebong memiliki 105.088 penduduk dan 34.829 keluarga. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.539 keluarga memiliki anak balita, 4.066 keluarga memiliki anak remaja, dan 12.592 keluarga memiliki lansia berusia di atas 60 tahun.

“Keluarga berperan menyediakan gizi seimbang, pola asuh yang baik, sanitasi bersih, serta rutin memantau tumbuh kembang anak di posyandu agar anak tumbuh optimal,” ujar Zamhir.

Zamhir menyebutkan, terdapat 18.504 keluarga yang menjadi sasaran intervensi, terdiri atas keluarga dengan pasangan usia subur, ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga yang memiliki balita. Dari jumlah tersebut, teridentifikasi 4.147 keluarga berisiko stunting (KRS), dengan 407 keluarga masuk kategori prioritas karena memiliki faktor risiko tinggi.

Reses Dapil II DPRD Lebong, Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk Subsidi

Faktor risiko tersebut antara lain ibu hamil dengan kondisi kurang energi kronis (KEK), anak balita mengalami kekurangan gizi, tidak memiliki akses air bersih, serta tinggal di rumah kumuh atau rumah tidak layak huni.

Melalui gerakan gotong royong GENTING, intervensi diharapkan dapat menyasar keluarga berisiko secara lebih tepat. Intervensi spesifik dilakukan melalui pemenuhan nutrisi bagi penerima manfaat, sementara intervensi sensitif diarahkan pada faktor tidak langsung yang memengaruhi masalah gizi dan stunting.

Intervensi sensitif tersebut mencakup penyediaan air bersih, perbaikan sanitasi, peningkatan akses terhadap pangan bergizi, serta program perlindungan sosial. Kolaborasi berbagai pihak diharapkan mampu mencegah lahirnya generasi baru yang berisiko mengalami stunting di Kabupaten Lebong. ( Bae )

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement