LEBONG, EKSPOSE – Ribut di media sosial Facebook, Pegawai Kantor Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin ) wilayah V kabupaten Lebong, Tito ( 44 ) nyaris di tembak menggunakan senjata jenis Airsoft Gun oleh dua orang warga desa Tunggang kecamatan Lebong Utara, berinisial JM dan R.
Kejadian bermula ketika JM mengunggah beberapa postingan di akun media sosial Facebook miliknya dan menyebut jika istri korban memiliki hubungan terlarang dengan Camat Lebong Utara Ero Bonaparte,M.Si yang diketahui adalah saudara kandung korban.
Kepada ekpose.net, Tito mengemukakan, kejadian bermula ketika JM mengunggah postingan di media sosial Facebook miliknya, dimana dalam salah satu unggahannya JM menyebut kalau Camat Lebong Utara yang bertubuh kekar tidak cocok ditempatkan sebagai Camat Lebong Utara karena memiliki ego yang tinggi, bahkan dalam unggahan itu JM seolah mengiring opini jika Camat setempat kerap mempersulit proses pencairan Dana Desa.
Unggahan itu, ungkap Tito, sempat dikomentari oleh akun istrinya, Susi Andreast. Lalu, beberapa waktu kemudian akun milik JM ini kembali mengunggah sebuah postingan yang menyebut kalau istri Tito ( Susi Andreast- red ) memiliki hubungan terlarang dengan Camat Lebong Utara Ero Bonaparte, M.Si.
“Saya tidak terima dengan postingan publik yang menyebut kalau istri saya mempunyai hubungan terlarang dengan saudara kandung saya”, ucap Tito.
Dalam postingan lain, JM mengunggah kalau yang bersangkutan merasa tidak senang dengan postingannya dipersilahkan untuk datang langsung kerumahnya yang berada di Desa Tunggang Kecamatan Lebong Utara.
“Sabtu (6/6) sekira pukul 08.00 Wib saya menyambangi kediaman JM untuk meminta klarifikasi atas tuduhan yang disampaikan kepada publik terkait adanya hubungan terlarang antara istri saya dengan saudara kandung saya ( Camat Lebong Utara – red ) ”, sebut Tito.
Diakui Tito, sebelum menyambangi kediaman JM di desa Tunggang, dirinya sempat menghubungi Pejabat Sementara Kepala Desa ( Pjs Kades – red ) melalui Messenger untuk dapat difasilitasi bertemu dengan JM, hanya saja upaya itu belum sempat di respon oleh Pjs Kades setempat.
“Karena belum ada respon, saya berinisiatif mendatangi kediaman JM untuk meminta klarifikasi atas tudingan yang dia unggah dimedia sosial Facebook”, ungkap Tito.
Di kediaman JM ini lah insiden penodongan senjata jenis AirSoft Gun itu terjadi, bahkan setelah di ancam akan ditembak, Tito mengaku dirinya sempat disekap selama beberapa menit dalam sebuah gudang yang berlokasi tidak jauh dari kediaman JM.
“Saat bertemu dengan JM, saya sempat bertanya, anda ini JM? Saya ini suami Susi! Dan saat itulah JM terlihat panik dan berperilaku seolah mencari sesuatu benda yang saya duga yang dia cari adalah senjata”, kata Tito.
Melihat JM berperilaku mencurigakan, Tito sempat melakukan pembelaan dengan cara memiting bagian leher JM, lalu JM berteriak meminta tolong dan tidak lama kemudian datang seorang laki – laki berinisial R yang langsung menodongkan senjata Airsoft Gun ke arah dirinya.
“ JM sempat berteriak minta tolong, lalu datang R dengan membawa sebilah parang ditangan kiri dan Pistol Airsoft Gun ditangan kanan sembari mengacungkan senjata tersebut ke arah saya”, terang Tito.
Lebih jauh, saat kejadian JM sempat beteriak beberapa kali sembari memerintahkan R agar segera melepaskan tembakan terhadap dirinya. Karena mengira R anggota Polisi, maka saat itu dirinya memilih untuk menyerah dan melepaskan piting bagian dileher JM.
“ Saya kira R ini anggota polisi, ternyata bukan. Justru dia adalah keponakan dari JM. Setelah JM saya lepaskan, saya sempat di sekap di dalam sebuah gudang yang berada tidak jauh dari kediaman JM sebelum akhirnya dijemput oleh personil polisi dari Polsek Lebong Utara”, tuturnya.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, saat ini kasus tersebut ditangani oleh Polsek Lebong Utara. JM diketahui melaporkan Tito ke Polsek Lebong Utara atas dugaan melakukan perbuatan penganiayaan terhadap dirinya.
Sementara itu, Tito, pada hari yang sama juga melaporkan insiden tersebut ke Polres Lebong atas tuduhan pengancaman dengan senjata Airsoft Gun serta senjata tajam berjenis parang.
Kapolres Lebong AKBP. Agoeng Ramadhani, SH, S.I.K melalui Kasat Reskrim AKP.Darmawel Saleh SH.MH dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut.
“Masih dikerjakan”, singkat Kasat Reskrim dikonfirmasu melalui pesan whatsapp miliknya. ( Zee )


Komentar