Bengkulu Daerah Hukum Lebong Pendidikan
Beranda » Berita » Isu Dugaan Jual Beli Jabatan Mutasi Kepala Sekolah di Lebong Kembali Mencuat, Inisial S Diduga Jadi Eksekutor

Isu Dugaan Jual Beli Jabatan Mutasi Kepala Sekolah di Lebong Kembali Mencuat, Inisial S Diduga Jadi Eksekutor

Ilustrasi Jual beli jabatan Kepsek. Dok/net
Spread the love

LEBONG EKSPOSE– Dugaan praktik jual beli jabatan dalam mutasi dan pengangkatan 80 kepala sekolah SD dan SMP di Kabupaten Lebong pada Februari 2026 lalu kembali mencuat. Isu yang sebelumnya dibantah oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebong itu kembali menjadi perhatian setelah muncul informasi baru mengenai dugaan adanya  “uang mahar” dari sejumlah calon kepala sekolah.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun ekspose.net, seorang berinisial S diduga berperan sebagai eksekutor yang mengoordinasikan pengumpulan dana dari sejumlah calon kepala sekolah yang akan dilantik sebagai kepala sekolah definitif. Selain S, dua nama lain berinisial M dan C juga disebut-sebut diduga memiliki peran serupa.

Seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, ketiga orang tersebut diduga merupakan pihak yang dipercaya untuk mengoordinasikan pengumpulan dana dari para calon kepala sekolah.

“Selain S, ada beberapa orang lagi yang diduga bertugas sebagai eksekutor, yaitu M dan C. Mereka ini kepercayaan salah satu petinggi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” ujar sumber kepada ekspose.net, Selasa (28/7/2026).

Menurut sumber tersebut, sejumlah calon kepala sekolah diduga diminta untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening atas nama S dengan nominal yang bervariasi sesuai kesepakatan.

Kepala Dinas DP3APPKB Lebong Benarkan Ada Siswi Magang Diduga Dilecehkan Oknum Pejabat

“Uang mahar untuk tiket jabatan kepsek itu ada yang diberikan melalui transfer langsung ke rekening S, nilainya pun bervariasi, jutaan hingga puluhan juta,” ungkapnya.

Selain keterangan sumber, ekspose.net juga memperoleh dokumen berupa tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga berkaitan dengan proses mutasi kepala sekolah. Dalam salah satu percakapan, seseorang yang disebut sebagai eksekutor diduga meminta penyelesaian kekurangan dana dan mencantumkan foto nomor rekening atas nama S.

“Ditunggu kekurangan yang dua lagi, hari ini mau diserahkan. Ini nomor rekening S,” demikian bunyi salah satu pesan yang diperoleh.

Percakapan tersebut juga memuat dugaan pembahasan mengenai perubahan daftar nama kepala sekolah yang akan dimutasi.

“Kemarin kan la fix galo di rumah pak ketua. Hari iko jadwal kito ngitung jagung,” tulis salah satu pesan dalam bahasa Melayu.

12 Anggota DPRD Lebong Dapil I Jaring Aspirasi Masyarakat di Pinang Belapis

Disamping itu, dalam percakapan tersebut diduga menyinggung salah seorang kepala bidang ( Kabid ) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebong. Namun hingga kini belum diperoleh keterangan resmi dari pihak yang disebut terkait isi percakapan tersebut.

“Meleset Kabid iko, narik yang belum lunas, kacau. Tau Kadis, marahnyo”, tulis salah satu pesan lainnya.

Isu dugaan jual beli jabatan kepala sekolah  tersebut, belakangan ini juga ramai diperbincangkan di media sosial Facebook. Dalam sejumlah unggahan, nama S dikaitkan dengan orang yang diduga bertindak sebagai negosiator, bahkan salah unggahan dimedia sosal menyebut S merupakan salah satu pihak yang mengurus persoalan uang dalam proses penempatan kepala sekolah.

“S itu memang lagi naik daun, dengan dia kepala sekolah baru berurusan money (uang-red). Dia bebas memilih di mana ingin menjadi kepala sekolah dan saat ini S menjabat sebagai kepala sekolah di salah satu SD di Desa Gunung Alam, Kecamatan Taba Atas,” demikian bunyi salah satu unggahan di Facebook.

Hingga berita ini diterbitkan, S maupun pihak-pihak lain yang disebut dalam informasi tersebut belum berhasil dikonfirmasi untuk dimintai tanggapan. Hingga kini ekspose.net masih berupaya melakukan konfirmasi kepada S, M, C, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebong guna memperoleh penjelasan dan memastikan kebenaran informasi yang beredar. ( Bae )

Reses Dapil II DPRD Lebong, Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk Subsidi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement