LEBONG EKSPOSE– Dugaan praktik jual beli jabatan pengangkatan kepala sekolah di Kabupaten Lebong, Bengkulu, memasuki babak baru. Selain nama Suhadi, nama Marno Areko turut disebut dalam dugaan pengondisian pengumpulan sejumlah uang dari calon kepala sekolah.
Dugaan tersebut berkaitan dengan proses pengangkatan 80 kepala sekolah tingkat SD dan SMP serta tiga koordinator wilayah (Korwil) di Kabupaten Lebong. Saat ini, perkara tersebut tengah didalami penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polres Lebong.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sejumlah kepala sekolah telah dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan. Pemeriksaan itu diduga berkaitan dengan proses pengangkatan kepala sekolah yang disinyalir disertai permintaan atau pengumpulan sejumlah uang oleh pihak tertentu.
Sumber media ini mengatakan, dugaan pengumpulan uang dalam proses pengangkatan kepala sekolah tidak hanya dikaitkan dengan Suhadi. Nama Marno Areko belakangan turut disebut sebagai pihak yang diduga ikut menggondisikan pengumpulan sejumlah uang dari calon kepala sekolah.
“Selain Suhadi, ada pihak lain yakni Marno. Orang ini diduga turut berperan mengondisikan pengumpulan sejumlah uang dari calon-calon kepala sekolah yang ingin diangkat menjadi kepala sekolah definitif,” kata sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Dugaan tersebut semakin menguat setelah beredarnya sejumlah tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga membahas proses pengumpulan dan pengembalian uang dari beberapa pihak.
Dalam salah satu percakapan, terdapat pembahasan mengenai pengembalian uang kepada sejumlah orang yang sebelumnya disebut telah menyerahkan “uang mahar”, namun justru tidak masuk dalam daftar calon kepala sekolah yang akan dilantik.
“No, kalau nak balikan duit kawan-kawan yang idak jadi tu kito balikan besok,” demikian bunyi pesan dari seseorang berinisial C dalam percakapan tersebut.
Pada percakapan lainnya, C menyebut bahwa uang milik Amirul, Sis, dan Yin yang akan dikembalikan bakal dititipkan kepada Marno.
“Duit pak Amirul aku titip ajo dengan Marno besok, termasuk punyo sis dan yin,” tulis C.
Percakapan itu juga memuat pembahasan mengenai rencana penyampaian pengembalian uang tersebut kepada Kepala Dinas.
“Tapi kito sampaikan dengan pak kadis, biar idak keno marah,” tulis C dalam percakapan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, Marno Areko belum memberikan tanggapan mengenai dugaan keterlibatannya dalam persoalan tersebut. Upaya konfirmasi sebelumya telah dilakukan dengan menyambangi ke sekolah hingga melalui pesan WhatsApp, namun sayangnya hingga kini Marno Areko belum belum memberikan jawaban terhadap pertanyaan yang diajukan wartawan. (Zee)





Komentar