LEBONG EKSPOSE — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah beredar video yang memperlihatkan seorang siswa menemukan benda yang diduga puntung rokok di dalam makanan yang diterimanya melalui program tersebut.
Video tersebut beredar di media sosial dan mendapat perhatian masyarakat. Dalam rekaman itu, seorang siswa tampak menunjukkan benda yang disebut sebagai puntung rokok dari dalam santapan MBG.
“Apo itu? Puntung rokok ado di MBG,” ujar seorang siswa dalam video tersebut.
Informasi terhimpun, temuan benda yang diduga puntung rokok itu terjadi di salah satu sekolah menengah di Kabupaten Lebong. Video diambil pada hari Kamis ( 10/9/2026) disaat siswa sedang menyantap menu MBG.
Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai kronologi maupun kepastian jenis benda yang ditemukan dalam makanan tersebut.
Temuan tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait standar kebersihan, higienitas, serta pengawasan dalam proses penyediaan makanan bagi siswa penerima manfaat program MBG.
Hal itu menjadi perhatian mengingat makanan dalam program MBG dikonsumsi oleh anak-anak sekolah. Karena itu, aspek keamanan dan kebersihan makanan menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan mulai dari proses pengolahan, pengemasan hingga pendistribusian kepada penerima manfaat.
SPPG Belum Berikan Klarifikasi
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lebong Sakti, Roki Suhendra, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan jawaban atas pertanyaan wartawan terkait temuan benda yang diduga puntung rokok tersebut.
Temuan benda asing yang diduga berupa puntung rokok dalam makanan MBG tersebut bukan disebut sebagai kejadian yang pertama. Sebelumnya, kasus serupa juga pernah diberitakan terjadi di wilayah Wonogiri, ketika puntung rokok ditemukan di dalam menu makanan yang diberikan kepada penerima program .
Munculnya kasus serupa di waktu dan lokasi yang berbeda kemudian menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai efektivitas sistem pengawasan yang diterapkan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam penyediaan makanan MBG.
Masyarakat pun mendorong agar pemeriksaan terhadap penyedia makanan atau pihak katering dilakukan secara lebih ketat, tidak hanya berkaitan dengan kualitas dan kandungan gizi makanan, tetapi juga menyangkut kebersihan lingkungan produksi, perilaku pekerja, proses pengolahan, hingga pengemasan sebelum makanan didistribusikan kepada siswa. (Zee)





Komentar