Bengkulu Daerah Kesehatan Lebong
Beranda » Berita » Dinkes Lebong Imbau Warga Gunakan Masker, Antisipasi Dampak Kabut Asap

Dinkes Lebong Imbau Warga Gunakan Masker, Antisipasi Dampak Kabut Asap

Foto: Kepala Dinas Kesehatan Racman, SKM.,MKM.,M.Si
Spread the love

LEBONG, EKSPOSE — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebong mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara yang mulai terdampak kabut asap. Warga yang beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap dan debu yang dapat mengganggu saluran pernapasan.

Kepala Dinkes Kabupaten Lebong, Rachman, SKM., M.Si., mengatakan kabut asap mulai dirasakan di wilayah Lebong. Kondisi tersebut perlu diantisipasi, terutama oleh masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.

“Asap sudah mulai pekat sehingga masyarakat kami anjurkan untuk memakai masker. Hal ini penting karena dapat mengganggu pernapasan, terutama bagi warga yang memiliki riwayat sakit paru-paru,” kata Rachman.

Menurut Rachman, penggunaan masker belum diberlakukan sebagai kewajiban. Namun, langkah tersebut dinilai sebagai bentuk perlindungan sederhana yang dapat dilakukan masyarakat ketika harus beraktivitas di luar rumah.

Imbauan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kabut asap. Kondisi cuaca yang panas dan kering selama musim kemarau juga membuat debu lebih mudah beterbangan sehingga berpotensi memicu gangguan pada saluran pernapasan.

Dampingi Korban Kekerasan Seksual Anak, 34 Pengacara Hotman Paris Turun ke Lebong

“Pada musim kemarau seperti sekarang, kondisi lingkungan cenderung lebih kering sehingga debu mudah beterbangan. Masyarakat yang beraktivitas di luar rumah kami sarankan menggunakan masker sebagai bentuk perlindungan,” ujarnya.

Rachman mengatakan kelompok masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan, seperti petani, pedagang, pekerja lapangan dan pengendara, perlu lebih memperhatikan perlindungan diri.

Ia menjelaskan, gangguan pernapasan yang dialami masyarakat tidak serta-merta disebabkan oleh kabut asap. Faktor cuaca musim kemarau juga dapat menjadi pemicu munculnya penyakit, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Berdasarkan catatan Dinkes Lebong, sebanyak 2.419 kasus ISPA tercatat sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Angka tersebut, kata Rachman, tidak seluruhnya berkaitan dengan paparan kabut asap.

“Pasien penderita ISPA yang tercatat saat ini terhitung Januari hingga Agustus 2026 sebanyak 2.419 orang. Jumlah ini semuanya bukan disebabkan oleh kabut asap saja, tetapi juga karena cuaca musim kemarau. Kabut asap ini hanya menjadi faktor penambah pemicu gangguan saluran pernapasan,” jelasnya.

Dugaan Pungutan Dana BOS di Lebong, “Kutip” Rp.7.000 per Siswa

Dinkes Lebong juga telah menyiagakan 13 puskesmas yang tersebar di sejumlah kecamatan serta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lebong untuk mengantisipasi apabila terjadi peningkatan gangguan kesehatan akibat kondisi udara.

Rachman memastikan ketersediaan obat-obatan dan tabung oksigen di fasilitas kesehatan tersebut dalam kondisi memadai. Pelayanan rujukan juga disiapkan bagi pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Selain menggunakan masker, masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta mencukupi kebutuhan cairan dengan memperbanyak konsumsi air putih selama cuaca panas dan kering.

Warga juga diminta tidak mengabaikan keluhan kesehatan yang muncul. Batuk, pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, demam hingga sesak napas merupakan sejumlah gejala yang perlu diperhatikan.

“Kalau muncul keluhan seperti batuk atau gangguan pernapasan dan tidak membaik, sebaiknya segera diperiksa ke fasilitas kesehatan. Jangan dibiarkan terlalu lama,” kata Rachman.

Pelantikan Pengurus SMSI Lebong, Bambang Sutrisno Tekankan Profesionalitas Media

Ia menegaskan, langkah pencegahan perlu dilakukan sejak dini untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan selama musim kemarau dan kondisi kabut asap.

“Lebih baik mencegah daripada mengobati. Gunakan masker saat diperlukan, jaga kebersihan dan segera periksa jika mengalami keluhan kesehatan yang menetap,” pungkasnya. ( Zee ) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement