Advertorial Bengkulu Daerah Lebong
Beranda » Berita » Desa Pagar Agung Gelar Musyawarah Pra Pelaksanaan dan Titik Nol Pembangunan Irigasi

Desa Pagar Agung Gelar Musyawarah Pra Pelaksanaan dan Titik Nol Pembangunan Irigasi

Foto: Kepala Desa Pagar Agung, Afriyudi, Melaksanakan Peeletakan Batu Pertama Pembangunan Irigasi
Spread the love

LEBONG EKSPOSE – Pemerintah Desa Pagar Agung, Kecamatan Lebong Tengah, Kabupaten Lebong, mulai merealisasikan pembangunan saluran irigasi sepanjang 20 meter dengan anggaran sekitar Rp17 juta. Pembangunan tersebut bersumber dari Dana Desa (DD) Tahap I Tahun Anggaran 2026.

Tahapan pembangunan diawali dengan musyawarah pra pelaksanaan sekaligus titik nol yang digelar di wilayah Desa Pagar Agung, Selasa (23/6/2026). Kegiatan itu dihadiri tim fasilitasi kecamatan, pemerintah desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pendamping desa, serta masyarakat.

Foto: Camat Lebong Tengah, Andes Aneson, S.H., Ikut Serta Dalam Kegiatan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Irigasi

Dalam musyawarah tersebut, pemerintah desa memaparkan rencana teknis pekerjaan sekaligus memastikan pembangunan dilaksanakan sesuai perencanaan dan hasil kesepakatan bersama.

Kepala Desa Pagar Agung, Afriyudi, mengatakan pembangunan saluran irigasi dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, terutama dalam mengantisipasi persoalan aliran air dan genangan di lingkungan permukiman.

“Pembangunan irigasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah desa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kami berharap setelah selesai nanti, saluran ini dapat berfungsi dengan baik dan memberikan manfaat bagi warga, terutama dalam mengatasi aliran air,” ujar Afriyudi.

Cabuli Siswi Magang, Kepala OPD di Lebong Jadi Tersangka

Menurutnya, penggunaan Dana Desa harus diiringi dengan pelaksanaan yang transparan serta pengawasan bersama. Karena itu, masyarakat diminta tidak hanya mendukung pembangunan, tetapi juga ikut mengawasi proses pekerjaan hingga selesai.

“Kami berharap masyarakat ikut mengawasi dan mendukung pelaksanaan pembangunan ini. Karena ini merupakan pembangunan yang bersumber dari Dana Desa, tentu kami ingin pelaksanaannya transparan, sesuai perencanaan, dan hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Afriyudi menegaskan pihaknya juga akan memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai ketentuan teknis yang telah ditetapkan. Kualitas hasil pembangunan menjadi salah satu hal yang ditekankan agar saluran irigasi tersebut tidak sekadar selesai secara fisik, tetapi dapat berfungsi dalam jangka panjang.

Titik nol yang dilakukan dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya pekerjaan pembangunan saluran irigasi.

Pemerintah Desa Pagar Agung berharap keberadaan saluran tersebut nantinya mampu memperlancar aliran air dan mengurangi persoalan genangan yang selama ini berpotensi mengganggu lingkungan permukiman warga.

Polda Bengkulu Tetapkan Tiga Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Disparpora Kepahiang

Selain pembangunan, pemerintah desa juga mengingatkan masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun.

“Yang paling penting setelah pembangunan selesai adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga dan merawatnya. Kami berharap pembangunan ini tidak hanya selesai secara fisik, tetapi benar-benar memberikan manfaat untuk masyarakat,” tutup Afriyudi. (Zee)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement