LEBONG, EKSPOSE – Warga Desa Talang Bunut, Kecamatan Amin, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, kini tengah menghadapi kesulitan besar dalam menjalankan aktivitas pertanian.
Jembatan gantung yang selama ini menjadi akses utama lahan persawahan serta jalur menuju pengangkut hasil bumi dilaporkan rusak parah hingga putus.
Jembatan sepanjang kurang lebih 60 meter dengan lebar 1 meter tersebut memiliki peran vital. Selain sebagai akses ke lahan pertanian, jembatan ini merupakan penghubung strategis antara Desa Selebar Jaya menuju Desa Talang Bunut bagian Mudik.
Kondisi ini menuntut adanya perhatian khusus dan pembangunan kembali infrastruktur permanen guna memulihkan mobilitas warga.
Kepala Desa Talang Bunut, Sukran Aziz, menjelaskan bahwa kerusakan ini memaksa warga nekat menyebarkan aliran Sungai Ketahun demi mencapai lahan garapan mereka. Mirisnya, jembatan ini sebenarnya baru saja selesai di rehabilitasi pada tahun 2025 oleh Dinas PUPR-Hub Kabupaten Lebong setelah sempat rusak akibat banjir bandang tahun 2024.
“Kami berharap jembatan gantung ini dapat membangun atau memperbaiki jembatan tersebut secepatnya. Karena saat ini, warga beraktivitas dengan cara membekukan air sungai,” pungkas dia. (**)


Comment