Daerah Ekonomi Infrastruktur Lebong Transportasi
Beranda » Berita » Belum Genap Setahun di Rehab, Jembatan Gantung Desa Talang Putus di Hajar Banjir

Belum Genap Setahun di Rehab, Jembatan Gantung Desa Talang Putus di Hajar Banjir

Ilustrasi jembatan Gantung putus di hajar banjir. Dok Ist
Spread the love

LEBONG, EKSPOSE – Warga Desa Talang Bunut, Kecamatan Amin, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, kini tengah menghadapi kesulitan besar dalam menjalankan aktivitas pertanian.

Jembatan gantung yang selama ini menjadi akses utama lahan persawahan serta jalur menuju pengangkut hasil bumi dilaporkan rusak parah hingga putus.

Jembatan sepanjang kurang lebih 60 meter dengan lebar 1 meter tersebut memiliki peran vital. Selain sebagai akses ke lahan pertanian, jembatan ini merupakan penghubung strategis antara Desa Selebar Jaya menuju Desa Talang Bunut bagian Mudik.

Kondisi ini menuntut adanya perhatian khusus dan pembangunan kembali infrastruktur permanen guna memulihkan mobilitas warga.

Kepala Desa Talang Bunut, Sukran Aziz, menjelaskan bahwa kerusakan ini memaksa warga nekat menyebarkan aliran Sungai Ketahun demi mencapai lahan garapan mereka. Mirisnya, jembatan ini sebenarnya baru saja selesai di rehabilitasi pada tahun 2025 oleh Dinas PUPR-Hub Kabupaten Lebong setelah sempat rusak akibat banjir bandang tahun 2024.

Polemik Siltap Mantan Perangkat Desa Muara Aman Berakhir, Gaji Bulan Januari–Maret 2026 Disalurkan

Rehabilitasi jembat tersebut belum genap 1 tahun musibah banjir kembali datang hingga merusak infrastruktur jembatan yang tidak kuat menahan arus Sungai Ketahun, 5 Mei 2026 lalu hingga putus.
“Jembatan gantung itu merupakan akses urat nadi ekonomi masyarakat Talang Bunut dan Selebar Jaya saat membawa hasil bumi, jika warga ingin melakukan aktivitas pertanian di dalam terpaksa harus menyerang sungai,” ungkap dia.
Pemerintah Desa berharap adanya respon cepat dari Pemerintah Kabupaten Lebong maupun Pemerintah Provinsi Bengkulu. Mengingat pentingnya jalur tersebut bagi ketahanan ekonomi lokal, pembangunan jembatan yang lebih kokoh atau pengadaan jembatan gantung baru menjadi kebutuhan yang mendesak.

“Kami berharap jembatan gantung ini dapat membangun atau memperbaiki jembatan tersebut secepatnya. Karena saat ini, warga beraktivitas dengan cara membekukan air sungai,” pungkas dia. (**)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
× Advertisement
× Advertisement