Lebong, ekspose.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPR-Hub) menambah anggaran belanja pemeliharaan jalan sebesar Rp.100 juta dalam APBD Perubahan 2026.
Penambahan anggaran tersebut dilakukan setelah anggaran rutin pemeliharaan jalan dan jembatan sebesar Rp.700 juta yang dialokasikan dalam APBD Murni 2026 telah habis direalisasikan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR-Hub Kabupaten Lebong, Indra Gunawan, mengatakan tambahan anggaran tersebut akan digunakan untuk menangani kerusakan disejumlah ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten.
“Iya, untuk belanja pemeliharaan jalan ditambah sebesar Rp.100 juta pada APBD perubahan beberapa waktu lalu,” ujar Indra Gunawan di ruang kerjanya, Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, anggaran tambahan tersebut juga disiapkan untuk kegiatan pemeliharaan jalan, termasuk pekerjaan tebas bayang pada sejumlah ruas jalan.
“Anggaran itu kita siapkan juga untuk melakukan kegiatan berupa pemeliharaan jalan seperti pekerjaan tebas bayang disejumlah ruas jalan yang telah ditumbuhi belukar,” katanya.
Sebelumnya, Dinas PUPR-Hub Kabupaten Lebong mengaku mengalami keterbatasan anggaran dalam menangani kerusakan sejumlah ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten. Anggaran rutin pemeliharaan jalan dan jembatan yang dialokasikan dalam APBD Murni 2026 disebut telah habis direalisasikan sejak sekitar Maret 2026, sebelum Hari Raya Idulfitri.
Pengawas Lapangan Bidang Bina Marga Dinas PUPR-Hub Kabupaten Lebong, Nory Yohanes, pada Juli lalu mengatakan anggaran pemeliharaan jalan dan jembatan sebesar Rp.700 juta telah habis digunakan.
“Anggaran saat ini sudah tidak ada lagi, karena sebelum Lebaran Idulfitri atau sekitar bulan Maret 2026, seluruh anggaran rutin pemeliharaan jalan dan jembatan sudah habis direalisasikan,” ujar Nory, Selasa (21/7/2026).
Nory menjelaskan, dari total anggaran Rp.700 juta tersebut, masing-masing Rp.350 juta dialokasikan untuk pemeliharaan jalan dan pemeliharaan jembatan. Seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan juga telah dilengkapi dengan laporan pertanggungjawaban.
“Kegiatan ini secara riil sudah kami laksanakan, dan untuk pelaporan pertanggungjawaban kegiatan seluruhnya sudah kami lengkapi,” katanya.
Untuk pemeliharaan jembatan, pemerintah daerah sebelumnya menangani dua titik. Pertama, jembatan beton di Desa Ketenong II, Kecamatan Pinang Belapis, dengan anggaran sekitar Rp240 juta. Kedua, pemeliharaan jembatan gantung di Desa Tunggang, Kecamatan Lebong Utara.
“Sedangkan untuk pemeliharaan jembatan ada dua yang ditangani, yakni jembatan beton Desa Ketenong II, Kecamatan Pinang Belapis, sebesar Rp.240 juta dan selebihnya pemeliharaan jembatan gantung di Desa Tunggang, Kecamatan Lebong Utara,” terang Nory.(Zee)





Komentar