LEBONG, ekspose.net – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lebong membantah adanya dugaan aliran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kepada pejabat di lingkungan Dikbud, baik Kepala Dinas maupun Kepala Bidang.
Bantahan tersebut disampaikan Kepala Bidang Pembinaan dan Pendidikan Dikbud Kabupaten Lebong, Sirmanto, S.Pd., menyusul beredarnya tangkapan layar percakapan WhatsApp yang memuat pembahasan mengenai dugaan jatah dana BOS untuk Kepala Dinas (Kadis) dan Kepala Bidang (Kabid) Dikbud Kabupaten Lebong.
Sirmanto mengatakan, pihaknya telah meminta klarifikasi kepada Ketua PGRI Kabupaten Lebong, Catur Sugito, M.Pd., terkait percakapan WhatsApp tersebut.
Menurut Sirmanto, berdasarkan hasil klarifikasi pihaknya, percakapan antara Catur Sugito dan Marno Areko tersebut merupakan komunikasi internal yang melibatkan PGRI, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S).
“Kami sudah tanyakan, apalagi di situ menyangkut nama Kabid dan juga Kadis. Tapi menurut keterangan mereka ( ketua PGRI- red ), percakapan itu hanya bentuk pertanyaan di internal mereka kepada Marno Areko, dan saat itu pun belum ada jawaban atas pertanyaan tersebut,” kata Sirmanto.
Ia menegaskan, tidak ada dana BOS yang mengalir kepada pejabat di lingkungan Dikbud Kabupaten Lebong, apalagi aliran dana ke Kadis dan Kabid.
“Tidak ada mengalir ke Dinas Dikbud, baik itu ke Kadis atau Kabid,” tegasnya.
Sirmanto menjelaskan, pihaknya telah memanggil Catur Sugito untuk meminta penjelasan mengenai isi percakapan yang beredar. Dari hasil klarifikasi tersebut, pembahasan yang menyebut nama Kadis dan Kabid diketahui merupakan komunikasi internal antara PGRI, MKKS, dan K3S.
Ia juga membantah adanya keterlibatan pihak Dikbud dalam mengondisikan pengumpulan dana BOS dari sekolah.
“Tidak ada aliran dana BOS ke Kabid dan Kadis, apalagi sampai mengkondisikan pengumpulan dana BOS,” ujarnya.
Sebelumnya, nama Ketua PGRI Kabupaten Lebong, Catur Sugito, menjadi sorotan setelah beredarnya sejumlah tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga membahas pengkondisian pengangkatan kepala sekolah serta dana BOS untuk jenjang SD dan SMP.
Dalam salah satu percakapan, Catur Sugito menanyakan kepada Marno Areko mengenai besaran dana BOS yang disebut akan diberikan kepada Kadis dan Kabid di lingkungan Dikbud Kabupaten Lebong.
“No (Marno Areko-red), biasonyo dana BOS untuk pak Kadis dan Kabid berapo No,” tulis Catur dalam percakapan tersebut.
Pertanyaan itu kemudian dijawab Marno Areko dengan menyebut bahwa besaran dana dihitung berdasarkan jumlah siswa pada masing-masing satuan pendidikan.
“Per siswa pak ketua,” tulis Marno.
Dalam percakapan tersebut, nominal dana yang disebut diperuntukkan bagi Kadis dan Kabid saat itu disebut belum ditetapkan. Penentuan besaran atau nominal tersebut masih menunggu kesepakatan MKKS dan K3S.
“Tunggu kesepakatan di MKKS dan K3S pak ketua,” tulis Marno dalam percakapan WhatsApp tersebut.(Zee)





Komentar