Daerah Infrastruktur Lebong
Home / Daerah / Lebong / Bronjong di Pangkalan Ambruk, Pjs Kades Berharap Ada Langkah Cepat Pihak Dari Terkait

Bronjong di Pangkalan Ambruk, Pjs Kades Berharap Ada Langkah Cepat Pihak Dari Terkait

Spread the love

LEBONG, EKSPOSE – Kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Ketahun di Kabupaten Lebong hingga kini masih memprihatinkan pascabanjir besar yang terjadi pada 7 Mei 2026 lalu.

Bahkan di Desa Pangkalan, Kecamatan Uram Jaya, kerusakan bronjong penahan arus sungai mengakibatkan bagian belakang rumah salah seorang warga amblas dan terseret aliran udara.

Peristiwa tersebut menimbulkan kekhawatiran besar bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Ketahun. Pasalnya, banyak rumah warga yang dibangun tidak jauh dari bibir sungai sehingga rawan terdampak longsor susulan jika debit air kembali meningkat.

Kondisi itu diperparah dengan rusaknya bronjong penahan arus yang sebelumnya berfungsi melindungi organisasi warga dari gerusan sungai.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kerusakan bronjong terjadi pada 12 Mei 2026 akibat kuatnya arus sungai setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu. Arus yang deras membuat struktur bronjong tidak mampu menahan tekanan udara sehingga material penahan ikut terseret. Akibatnya, tanah di sekitar pondasi rumah warga mengalami pengikisan hingga menyebabkan longsor di bagian belakang bangunan.

Amazing Qurban, Cinta Qur’an Foundation Salurkan Hewan Qurban Hingga ke Pelosok Kabupaten Lebong

Pjs Kades Pangkalan, Ferry Amandika berharap ada langkah cepat dari pihak pemerintah atau instansi terkait menangani kerusakan tersebut. Jika tidak ada upaya yang dilakukan oleh pihak yang berwenang terhadap abrasi tersebut, maka akan meluas mengancam rumah warga di bantrang Sungai Ketahun.

“Kami berharap ada gerakan cepat dari pihak terkait karena kondisi arus sungai sampai sekarang masih cukup besar. Jika hujan kembali turun deras, kami khawatir terjadi longsor susulan yang bisa mengancam lebih banyak rumah warga,” ujar Ferry.

Ia menjelaskan, selama ini masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai memang sangat bergantung pada keberadaan bronjong sebagai penahan arus. Namun setelah kerusakan akibat banjir beberapa waktu lalu, perlindungan terhadap organisasi warga menjadi sangat minim. Oleh karena itu, warga meminta adanya pembangunan penahan tebing yang lebih kuat dan permanen agar kejadian serupa tidak terus terulang setiap musim hujan.

“Selain mengancam rumah penduduk, abrasi Sungai Ketahun juga dapat merusak fasilitas lingkungan lainnya seperti akses jalan desa dan lahan pertanian milik warga,” ungkapnya.

Menurutnya, jika kondisi tersebut terus dibiarkan, kerugian masyarakat diperkirakan akan semakin besar, baik dari sisi ekonomi maupun keselamatan jiwa. Oleh karena itu, masyarakat Desa Pangkalan kini berharap pemerintah segera turun tangan melakukan penanganan darurat, mulai dari pemasangan bronjong sementara hingga normalisasi aliran sungai di titik rawan abrasi.

“Kami juga meminta adanya perhatian serius terhadap kondisi DAS Sungai Ketahun secara menyeluruh agar bencana serupa dapat diminimalisir di masa mendatang,” tutupnya. (***)

Idul Adha 1447, Warga RT II  RW I Kelurahan Pasar Muara Aman Sembelih 5 Ekor Sapi 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement